Rabu, 17 Oktober 2012

Untuk Direnungkan

“Tuhanlah penolongku!”
(Mazmur 124)
“Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.”
Membaca firman ini, teringat kembali akan suatu saat di perbukitan di candi Ratu Boko Prambanan. Hari yang telah sore dihiasi dengan matahari di ufuk barat yang memerah temaram membuat pemandangan menjadi sungguh indah. Memandang ke arah barat, ke arah Yogyakarta- terlihat sebuah pesawat tebang yang nampak kecil sekali lambat terbang semakin rendah dan semakin rendah. Langit terlihat luas sekali, dan sebaliknya, saya menjadi kecil sekali. Apalagi jika dilihat dari angkasa maka semakin kecil saja manusia. Manusia hanya seperti kutu-kutu di sebuah bola bulat yang besar. Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Semua yang menjadi bagian dari bumi begitu rupa memberi manfaat dan perlindungan kepada manusia dan kehidupan lain di bumi ini. Demikian juga kedudukannya yang tepat sehingga tak terlalu jauh tetapi juga tidak terrlalu dekat terhadap matahari telah memberi manfaat adanya kehidupan di bumi tetap bertahan dan berkembang.
Banyak orang sombong : Seharusnya dengan pengetahuan ini luluhlah tugu kesombongan manusia yang menganggap dirinya mampu mengatasi segala perkara. Sekarang dalam cara pandang dan kesadaran yang lebih luas maka manusia hanya terlihat seperti kutu-kutu kecil yang merayap di antara bulu-bulu sang bola.
Namun banyak juga orangyang hidup dalam ketakutan, sebab ia tak tahu kepada siapa ia akan berlindung dan bergantung. Ketika melihat dan merenungkan “Allah” selanjutnya muncul kesadaran betapa besar dan berhikmatnya Dia yang telah menjadikan bumi untuk ditempati manusia dan mahluk hidup lainnya.
Dia telah menjadikan segala sesuatunya dengan baik, teratur, dan bermanfaat bagi kehidupan yang juga Ia ciptakan. Terlebih selama ini ternyata Dia sajalah yang telah memberi keselamatan dan kesejahteraan manusia dan segala mahluk yang hidup di bumi. Dengan demikian kepada siapakah sepatutnya kit aberpengharapan? Tentu hanya kepada Tuhan saja. Dia yang telah begitu baik memelihara kehidupan kita di bumi, maka tak mungkin Dia membiarkan kita yang percaya dan berserah kepadaNya ditelan sang jahat. Demikianlah, kita belajar dari sang Pemazmur nyata bahwa ia terlebih dahulu mampu melihat bahwa Tuhan sajalah yang menajadi sumber pertolongan baginya, Dia yang begitu kuasa mencipta juga setia memelihara ciptaannya apalagi yang berpengharapan hanya kepadaNya. Tentu setelah melihat dan merenungkan kebesaran Tuhan yang demikian tak perlu kita takut sebab pemeliharaan Tuhan menjangkau dari yang sederhanan sampai yang sangat besar yang seringkali tak dapat dipikirkan oleh manusia. Mari kita sambut dan hadapi hari esok dengan dengan berani sebab kita tidak sendiri dan tetap berpengharapan bahwa hari di esok ada keindahan dan kebahagiaan yang Tuhan sediakan bagi semua orang. Selamat berjuang bersama dengan Tuhan pencipta langit dan bumi.

0 komentar:

Posting Komentar